Ciri-Ciri Guru Ideal

Bookmark and Share
ciri-ciri guru ideal
Saya pernah mengalami pengalaman pahit dengan guru saya, yaitu pada saat guru menerangkan pelajaran, saya tertidur karena kelelahan. Lalu saya dilempar dengan spidol, dan saya sangat terkejut. Guru memarahi saya, sehingga saya sangat malu dengan teman-teman. Karena baru pertama kalinya saya tertidur di kelas dan dimarahi guru. Waktu itu saya sangat jengkel dengan guru tersebut. Namun saya menyadari bahwa sikap guru tersebut tidak salah, meskipun ia seharusnya ‘menembakkan’ spidol untuk membangunkan saya. Sisi baiknya, karena ia marah pada saat yang tepat dan ia juga tidak lupa menasehati dengan sabar. --> Ciri-ciri Guru Ideal.

Jadi seperti apakah guru yang baik itu? Guru yang baik itu adalah guru yang bisa membimbing, mengarahkan, dan mengerti dengan apa yang diinginkan oleh siswanya. Seorang guru sebaiknya mengetahui sifat siswa-siswanya dan mempelajari bagaimana agar ia dan pelajaran yang diajarkannya bisa disukai oleh siswa-siswanya. Guru yang baik itu, orang yang mengerti benar definisi pahlawan tanpa tanda jasa. Ikhlas mengerjakan pekerjaannya sebagai seorang pendidik, meskipun penghargaan terhadapnya tidak sebanding jumlahnya dengan apa yang dikerjakannya. Sebisa mungkin membuat siswa-siswanya memahami betul apa yang dikerjakannya, ia juga menyadari bahwa yang paling penting adalah menghargai proses belajar siswa itu sendiri dibanding hasil akhirnya.

Menurut Arieya.S, guru yang baik itu adalah guru yang memiliki ketulusan dalam memberikan pelayanan (pengabdian) pendidikan, inovatif, dan selalu mengembangkan strategi pembelajaran dan kapasitasnya. Sehingga memiliki nilai tambah bagi pengembangan dunia pendidikan. Jadi, guru yang baik itu adalah guru yang profesional dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Tempat bertanya bagi siswa dan masyarakat disekitarnya. Dapat membuat siswa nyaman, karena bertindak sebagai orang tua dan teman. Guru itu tidak mengajar, tapi memberi pembelajaran. Punya tanggung jawab terhadap siswanya, mengerti masalah yang dihadapi dan memberikan solusi penyelesaian.

Guru yang baik akan dengan senang hati menyampaikan segala ilmu yang dimilikinya untuk kepentingan sang siswa, bukan mementingkan egonya sendiri dengan memaksakan ilmu kepada siswa. Mengajar dengan santai, tetapi tetap berwibawa sebagai guru. Karena guru yang berwibawa walaupun dekat dengan siswanya, tetap disegani bukan ditakuti. Guru yang baik itu juga guru yang tau bagaimana menyampaikan pelajaran dengan baik dan bisa membuat siswa belajar dengan semangat.

Ada beberapa pendapat tentang guru yang baik itu seperti apa, guru yang baik itu adalah guru yang tidak pernah marah, apalagi dongkol ketika siswanya berbuat salah. Contohnya, ketika sang siswa tidak memperhatikan guru menerangkan di depan kelas. Guru tidak akan marah, tetapi menasehati sang siswa agar mau berubah ke yang lebih baik ke depannya.

Guru yang baik itu adalah guru yang senantiasa membimbing siswanya agar lebih baik ke depan. Yaitu selalu memberikan pelajaran-pelajaran atau masukan yang beguna dan bermanfaat bagi siswa. Guru yang baik itu juga bisa sebagai orang tua dan teman, selalu ada pada saat siswa membutuhkannya. Bisa menjadi teman tempat bercerita pada masalah yang sedang dihadapi siswanya.

Guru yang baik itu adalah guru yang selalu dengan sabar memberikan pelajaran kepada siswa walaupun banyak siswa yang belum mengerti. Dan tidak pernah mengenal lelah demi mengajarkan siswa sampai benar-benar mengerti.

Saya juga punya pengalaman yang menyenangkan dengan guru saya. Yaitu pada guru agama saya. Semua yang diajarkannya selalu bisa membuat hati saya tenang dan senang. Walaupun sering kali saya tanpa sengaja membuat kesalahan dan dimarahinya. tapi, semua kemarahannya selalu saya anggap sebagai motivasi untuk kedepannya. Karena saya sering diajarkan bagaimana caranya menjadi anak yang mandiri, dan tidak membuang-buang waktu dengan percuma, Karena “time is Money”. Saya selalu ingat kata-kata yang selalu diucapkannya, “untuk apa kita membuang-buang waktu dengan percuma, sedangkan masih banyak yang bisa dilakukan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat”.

Karena kata-kata yang diucapkan oleh guru saya tadi, saya semakin bersemangat melakukan kegiatan yang bermanfaat. Sehingga, saya selalu menganggap waktu itu sangat berharga. Dan tidak membuang-buang waktu dengan hal yang tidak berguna. Jadi, guru yang baik itu sebisa mungkin membuat siswa termotivasi dengan apa yang disampaikannya, berusaha membuat siswanya mengembangkan bakat yang ada dalam dirinya. Tidak pernah putus asa, pantang menyerah dalam segala apapun. Yang paling penting tidak membeda-bedakan siswa dari segi kepintaran atau dari segi kemampuan.
Guru yang baik tidak memunculkan rasa minder pada diri siswa. Artinya siswa tidak merasa minder untuk mengembangkan bakatnya karena takut di cemeehkan oleh orang lain. Siswa menjadi lebih bersemangat mengeluarkan ide-ide kreatif dalam diskusi pelajaran, mengeluarkan pendapat pada saat rapat organisasi, dan sebagainya. Sebagai guru, seharusnya lebih memperhatikan siswa dan selalu mendengarkan keeluhan-keluhan dari siswa. Misalnya keluhan pada pelajaran yang tidak dimengerti oleh siswa. Guru sebaiknya mengulang-ulang kembali pelajaran, dan menerangkan kepada siswa sampai mengerti.

Guru yang baik juga bisa dijadikan sebagai orang tua kedua. Maksudnya sebagai orang tua di sekolah, dimana tempat siswa menghabiskan lebih dari 80% waktunya. Ia memberikan solusi atau nasihat untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi siswa, dan yang terpenting adalah ia akan selalu tidak akan pernah dilupakan meskipun telah lama berpisah.

Artikel: "Ciri-Ciri Guru Ideal"
Judul Asli: Guru Ideal, Guru Yang tak terlupakan
Karya: LATIFAH KHAIRANI (SMK NEGERI 1 LINTAU BUO - Sumatera Barat)

{ 0 التعليقات... Views All / Send Comment! }

إرسال تعليق